Minuman berkarbonasi memang merupakan minuman segar favorit seluruh masyarakat dunia. Namun kabarnya terlalu sering minum minuman berkarbonasi bikin gigi keropos, benarkah demikian.
Tentunya kabar tersebut membuat banyak orang mulai khawatir saat mengkonsumsi minuman segar yang satu ini. Sebelumnya perlu diketahui bahwa minuman berkarbonasi ini berbeda dengan minuman soda, karena pada minuman berkarbonasi terdapat kandungan garam.
Fungsi dari kandungan garam ini adalah untuk memperkuat rasa dari minuman tersebut. Selain perbedaan pada kandungan, perbedaan lainnya terletak pada Ph yang dimiliki. Minuman berkarbonasi cenderung memiliki ph yang asam yakni diangka 3 – 4.
Kandungan di Dalam Minuman Berkarbonasi yang Berbahaya Bagi Gigi
Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya bahwa minuman ini cenderung ber PH asam, namun tidak sampai mengganggu fungsi tubuh. Lalu hal yang dipercaya membuat minuman berkarbonasi berbahaya bagi gigi ini adalah kandungan yang ada di dalamnya.
Beberapa kandungan ini dipercaya dapat merusak gigi secara perlahan, sehingga berbahaya bagi kesehatannya. Berikut ini adalah kandungan yang dimiliki:
1. Asam Sitrat
Bahan pertama yang ada di dalam minuman berkarbonasi adalah asam sitrat. Sebenarnya asam ini sudah termasuk ke dalam jenis food grade, sehingga dikategorikan aman bagi tubuh untuk mengkonsumsi zat ini.
Hanya saja apabila dikonsumsi secara berlebihan, maka zat ini bisa merusak kesehatan mulut seseorang. Karena zat yang satu ini terbukti bisa merusak enamel gigi secara perlahan, dan karena hal tersebut gigi lebih rentan berlubang dan menjadi keropos.
2. Asam Fosfat
Merupakan salah satu bahan utama yang pasti digunakan dalam minuman ini, karena selain bisa memberikan rasa yang kuat juga bisa menghambat pertumbuhan jamur dan bakteri. Sama seperti asam sitrat, asam fosfat juga sebenarnya sudah food grade.
Hanya saja ketika dikonsumsi dalam dosis tinggi, maka bisa menyebabkan penghambatan penyerapan kalsium. Kekurangan kalsium ini dapat menimbulkan masalah, salah satunya adalah pengeroposan gigi akibat gigi yang rapuh karena kurangnya kalsium.
3. Asam Karbonat
Sebagian minuman berkarbonasi juga menghasilkan asam karbonat sebagai senyawa hasil reaksi dari penggabungan H2O dengan CO2. Sebenarnya zat ini sama sekali tidak berbahaya dan justru memberikan banyak manfaat dengan catatan dikonsumsi dengan takaran yang tepat.
Jadi sama seperti kedua asam sebelumnya, jika asam karbonat ini dikonsumsi secara berlebihan maka bida menyebabkan gigi menjadi rusak. Hal ini dikarenakan kandungan yang ada pada asam karbonat bisa merusak lapisan pelindung gigi atau enamel, sehingga gigi menjadi keropos.
4. Karbondioksida
Namanya juga minuman berkarbonasi, tentunya karbondioksida diperlukan untuk membuatnya. Zat ini memiliki fungsi untuk menimbulkan efek buih, dan bunyi khas yang selama ini didengar saat kaleng atau kemasan dibuka.
Lagi-lagi efek samping yang ditimbulkan senyawa ini bagi gigi manusia adalah mengikis zat pelindung gigi atau enamel. Jadi karena zat pelindungnya mulai menipis, membuat gigi menjadi rapuh dan akhirnya bolong sehingga menyebabkan gigi menjadi keropos.
5. Gula
Terakhir adalah gula yang sudah bukan rahasia umum lagi termasuk kedalam musuh besar bagi kesehatan mulut. Gula yang digunakan oleh minuman berkarbonasi adalah sirup jagung fruktosa tinggi, yang lebih mudah didapatkan dan lebih awet.
Kandungan gula berkonsentrasi tinggi ini apabila dikonsumsi secara terus menerus dapat membuat gigi menjadi berlubang. Akibatnya gigi menjadi keropos, ataupun bisa timbul keluhan lainnya seperti sakit gigi dan juga bau mulut.
Efek Samping Sering Minum Minuman Berkarbonasi Bagi Gigi
Karena tadi sudah disebutkan kandungan minuman berkarbonasi apa saja yang berbahaya bagi gigi, maka sekarang saatnya untuk membahas efek sampingnya. Kandungan semua bahan di atas bisa menimbulkan percepatan terhadap tumbuhnya bakteri di mulut.
Bakteri ini bisa menyababkan kerusakan pada bagian luar (email) dan juga bagian dalam gigi (dentin). Hal tersebut menyebabkan gigi perlahan menjadi rusak, dari mulai gigi berlubang sampai masalah gigi keropos.
Sehingga para ahli kesehatan menyarankan untuk mulai mengurangi konsumsi minuman berkarbonasi ini. Karena minum minuman berkarbonasi bikin gigi keropos dan membuat gigi menjadi jelek, serta sakit saat digunakan.
Kerusakan Gigi yang Terjadi Akibat Minum Minuman Berkarbonasi
Selain minuman berkarbonasi bikin gigi keropos ada tiga penyakit lainnya yang juga disebabkan oleh minuman yang satu ini. Tentunya masalah gigi ini bukanlah masalah biasa, dan harus sebisa mungkin dihindari. Berikut ini adalah kerusakan gigi yang bisa terjadi, diantaranya:
1. Erosi Gigi
Tadi disebutkan bahwa minuman berkarbonasi mengandung asam dan juga gula sebagai bahan pembuatannya. Ternyata jika kedua zat tersebut bersinggungan, dan melakukan kontak langsung dengan lapisan luar gigi bisa menyebabkan erosi pada gigi.
Kalau asam yang ada pada mulut terjadi dalam waktu yang lama, maka bisa menyebabkan lapisan enamel gigi perlahan terkikis. Akibatnya gigi menjadi lebih sensitive, dan mudah ngilu serta mudah merasakan sakit.
2. Gigi Berlubang
Tadi sebelumnya sudah disinggung terkait dengan penipisan enamel gigi yang bisa membuat erosi gigi, dan gigi menjadi lebih sensitive. Ternyata efeknya tidak hanya itu saja, kerusakan enamel ini dapat membuat gigi berlubang.
Kondisi ini akan diperparah apabila minum minuman berkarbonasi secara sering, dan dalam jangka waktu yang lama. Sehingga bisa menyebabkan kesehatan area mulut terutama gigi menjadi terganggu sehingga menyebabkan sakit pada rongga mulut.
3. Noda Pada Gigi
Di dalam mulut terdapat bakteri alami yang apabila dipancing oleh zat tertentu bisa berkembang menjadi merugikan. Salah satunya apabila bakteri bersinggungan dengan gula, bakteri tersebut bisa menimbulkan noda ataupun plak pada gigi.
Hal ini dikarenakan saat bakteri menyerang gula, maka akan menimbulkan reaksi asam pada rongga mulut. Karena hal tersebutlah muncul noda atau plak pada gigi yang apabila terus menumpuk maka bisa menyebabkan timbulnya karang pada gigi.
Tips Menghindari Efek Samping Minuman Berkarbonasi Pada Gigi
Pertanyaannya sekarang kalau menimbulkan efek berbahaya bagi gigi kenapa minuman ini diproduksi? Perlu diperhatikan bahwa minuman ini hanya akan berbahaya jika dikonsumsi terlalu sering, apabila masih dalam batas normal maka tidak masalah.
Selain itu dalam mengkonsumsinya, ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menghindari efek samping berbahaya bagi gigi diantaranya:
- Minuman berkarbonasi dikonsumsi dalam batas wajar, dan aman. Hindari meminumnya terlalu sering.
- Minumnya menggunakan sedotan. Karena ini bisa mengurangi kontak langsung antara soda dengan gigi.
- Setelah mengkonsumsi minuman berkarbonasi, perbanyak konsumsi air putih.
- Jangan langsung menggosok gigi setelah minum minuman berkarbonasi. Beri jeda waktu antara 30 menit sampai 60 menit.
- Untuk melindungi kesehatan gigi, gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride atau flourida. Karena kandungan tersebut dapat melindungi gigi dari kerusakan.
- Jangan pernah mengkonsumsi minuman ini sebelum tidur. Karena selain bisa merusak gigi akibat asam dan gula yang bertahan semalaman. Kandungan gula yang ada di minuman ini juga bisa membuat peminumnya menjadi terjaga semalaman.
Jadi memang benar minum minuman berkarbonasi bikin gigi kropos hanya saja itu terjadi apabila konsumsi minuman tersebut dilakukan terlalu sering. Perhatikan tips di atas untuk mencegah terjadi pengroposan pada gigi, sehingga masih tetap bisa menikmati minuman segar yang satu ini.
